Rabu, 27 April 2011

Pendekatan Kardinal dan Ordinal (Tugas 2)

A. Teori Kardinal
Teori ini menyatakan bahwa kegunaan dasar dapat dihitung secara nominal. Satuan ukuran kegunaan (utility) adalah util. Keputusan untuk mengonsumsi suatu barang berdasarkan perbandingan antara manfaat yang diperoleh dengan biaya yang harus dikeluarkan. Tokohnya adalah ahli ekonomi aliran subjektif dari Austria seperti: Gosssen, Yeavon, dan Leon Walras.

Dalam pendekatan kardinal yang digunakan adalah pendekatan Guna Batas (Marginal Utility, MU). MU adalah tambahan kepuasan sebagai akibat bertambahnya satu satuan barang yang dikonsumsi. Semakin banyaknya barang yang dikonsumsi maka daya guna marginal (tambahan kepuasan) semakin berkurang, bahkan setelah mencapai titik tertentu menjadi negatif.

Marginal Utility ini diturunkan menjadi Total Utility, di mana Total Utility menunjukan jumlah kepuasan yang diperoleh dari mengonsumsi berbagai jumlah barang.
Asumsi pendekatan kardinal:
Kepuasan bisa diukur Konsumen rasional, artinya konsumen bertujuan memaksimalkan kepuasannya dengan batasan pendapatannya. Diminishing marginal utility, artinya tambahan utilitas yang diperoleh konsumen semakin menurun dengan bertambahnya konsumsi dari komoditas tersebut. Pendapatan konsumen tetap Constant marginal utility of money, artinya uang mempunyai nilai subjektif yang tetap. Total utility, adalah addtive dan independent. Addtive artinya daya guna dari sekumpulan barang adalah fungsi dari kuantitas masing-masing barang yang dikonsumsi. Sedangkan independent mengandung pengertian bahwa data guna Xi tidak dipeengaruhi leh tindakan mengonsumsi barang, dan sebaliknya.

B. Teori Ordinal
Menurut teori ini, kegunaan tidak dapat dihitung, hanya dapat dibandingkan. Dasar pemikiran dari pendekatan ini adalah semakin banyak barang yang dikonsumsi semakin memberikan kepuasan terhadap konsumen.

Asumsi pendekatan ordinal:
Konsumen rasional Konsumen mempunyai pola preferensi terhadap barang yang disusun berdasarkan urutan besar kecilnya daya guna Konsumen mempunyai sejumlah uang tertentu Konsumen selalu berusaha mencapai kepuasan maksimum Konsumen konsisten Berlaku hukum transitif

Sumber :http://id.wikipedia.orghttp://oziekonomi.wordpress.comBuku Ekonomi Kelas 2 penerbit Erlangga.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar